Kredit BPR Parasari

PRODUK PERKREDITAN  PT. BPR. PARASARI

A. FASILITAS KREDIT
1. Kredit Pedagang Kecil
2. Kredit Colektif
3. Kredit Umum
4. Kredit Tidak Tetap. (KTT)

1. Kredit Pedagang Kecil
Adalah Kredit yang diberikan kepada Pedagang Kecil dengan angsuran melalui buku tabungan.

Syarat-Syarat Umum Kredit Pedagang Kecil adalah :
a. Telah menjadi penabung minimal 3 bulan.
b. Memiliki tempat berjualan yang tetap dengan identitas ( KTP /Domisili ) yang jelas.
c. Besarnya kredit maksimum Rp. 500.000,- dengan jangka waktu 12 bulan atau kredit sesuai dengan kemampuan calon debitur yang dinilai oleh petugas kredit Bank.
d. Suku bunga pinjaman menurun x Baki debet
e. Tidak dibenarkan meminjam, memakai tabungan, dan identitas orang lain.

2. Kredit Colektif
Adalah kredit yang diberikan kepada para pegawai negeri/swasta.

Syarat-syarat Umum Kredit Colektif :
a. Diajukan secara colektif minimal 5 orang/lebih dan telah menjadi pegawai/karyawan tetap pada instansi/kantor tersebut.
b. Telah mendapat persetujuan dari pimpinan dan bendahara gaji dari instansi/kantor tersebut.
c. Pada permohonan harus dilengkapi dengan fotocopy Kartu KK dan KTP/SIM suami/istri, Karpeg, SK. Berkala yang terakhir, Kitir gaji terakhir, Surat Kuasa Potong Gaji serta syarat lain yang sesuai dengan teknis bank.
d. Jangka Waktu Kredit maksimum 36 bulan.
e. Maksimum pemberian kredit 60% dari gaji bersih yang diterima atau disesuaikan dengan kemampuan debitur hasil survey petugas bank.
f. Apabila terjadi kelambatan memenuhi kewajiban maka akan dikenakan bea administrasi berupa denda 10% dari angsuran yang ditunggakkan.

3. Kredit Umum
Adalah kredit yang diberikan kepada masyarakat Umum seperti : Pembiayaan Sektor Perdagangan, Perindustrian, Pertanian, Jasa dan sektor lainnya.
Dimana kredit yang dibiayai dipergunakan untuk Modal Kerja , Konsumsi. Atau Investasi

Syarat-Syarat Umum Kredit :
a. Diajukan secara perorangan dengan persetujuan suami/istri.
b. Permohonan Kredit dilengkapi dengan syarat-syarat kredit yang berlaku pada PT. BPR “Parasari” Lukluk seperti : Fotocopy Kartu KK dan KTP yang masih berlaku, Jaminan dan persyaratan lainnya sesuai dengan aturan perbankan yang sehat.
c. Besarnya kredit sesuai dengan kebutuhan atau menurut penilaian team kredit bank maksimum 75% dari nilai anggunan.
d. Apabila debitur tidak memenuhi kewajiban sesuai dengan perjanjian kredit akan dikenakan sangsi berupa denda 10% dari angsuran yang ditunggakkan.
e. Apabila kredit tidak bisa dilunasi pada saat jatuh tempo maka debitur dapat mengajukan permohonan kredit baru minimal seminggu sebelum jatuh tempo dan akan diadakan analisa ulang oleh petugas (team Kredit ) bank.

3. Kredit Tidak Tetap (KTT)
Adalah kredit yang diberikan kepada para Wiraswasta seperti :pengusaha kontraktor, pemborong, wiraswasta untuk sektor jasa-jasa dimana kegunaan kredit ini adalah untuk menambah Modal Kerja.

Syarat-Syarat Kredit Tidak Tetap (KTT) :
a. Memiliki syarat yang sama dengan persyaratan kredit umum dari point a s/d e
b. Pernah menjadi nasabah peminjam (debitur) umum dengan katagori kolektibilitas lancar.
c. Mendapat Salinan Kartu Kredit Tidak Tetap setiap bulan serta bukti penyetoran dan pengambilan.
d. Penyetoran/Pengambilan :
– Setoran dapat berupa uang tunai/bilyet giro Bank Umum.
– Setoran/Ambilan minimal 1 x dalam seminggu atau paling tidak 3 kali dalam sebulan.
– Pengambilan kredit dibatasi maksimum 90% dari batas plafon maksimal yang disediakan dengan mempergunakan kwitansi khusus yang dikeluarkan oleh PT. BPR “Parasari” Lukluk.
– Perhitungan bunga kredit setiap bulannya akan ditambahkan pada rekening debitur sepanjang masih memungkinkan.
– Apabila perhitungan bunga kredit pada akhir bulan tidak dapat dibebankan pada rekening debitur maka Debitur wajib untuk menyetor jumlah kekurangannya sehingga tidak akan menimbulkan cerukan.
– Apabila terjadi cerukan, maka kepada debitur akan dikenakan sangsi berupa administrasi :
 Denda 10 % dari cerukan (sebelum fasilitas kredit jatuh tempo).
 Denda 10 % dari jumlah plafon kredit ditambah dengan cerukan (plafon kredit sudah jatuh tempo).

B. JENIS PENGGUNAAN KREDIT.

1. Modal Kerja :
Kredit yang dipergunakan untuk keperluan menambah modal usaha debitur atau calon debitur dengan tujuan untuk meningkatkan usaha debitur dalam bidang usaha seperti :

– Perdagangan .
– Perindustrian .
– Jasa-Jasa.
– Pertanian.

2. Konsumsi :
Kredit yang dipergunakan untuk keperluan konsumsi yang artinya kredit akan habis dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan seperti : Membangun, Upacara Adat, Biaya Pendidikan, dan lainnya.

3. Investasi
Sementara Bank Perkreditan Rakyat PARASARI Lukluk tidak menyediakan / Mengeluarkan pembiayaan fasilitas kredit dalam bentuk Investasi.

C. JANGKA WAKTU KREDIT :

1. Jangka waktu Pendek : 1 s/d 12 bulan ( 1 tahun).
2. Jangka waktu Menengah : 1 tahun s/d 3 tahun.
3. Jangka waktu Panjang : 3 tahun s/d 5 tahun.

D. SUKU BUNGA KREDIT :

1. Suku bunga menurun adalah suku bunga kredit yang dikalikan dengan sisa pinjaman.
2. Suku bunga Anuitas adalah suku bunga kredit menurun dengan pembayaran tetap setiap bulannya.
3. Suku bunga Tetap (Flat) adalah suku bunga kredit yang dikalikan dengan jumlah plafon .

E. PERIKATAN JAMINAN KREDIT :

1. Hipotek adalah suatu hak kebendaan atas benda-benda yang tidak bergerak seperti : Tanah berikut bangunan yang ada diatasnya dimana akan diikat melalui Kntor Notaris berupa:
a. Akta Penjamin Hak Tanggungan (APHT)
b. .Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT)
2. FEO (Feduciare Eigendum Overdrach). Adalah penyerahan hak milik atas kepercayaan barang/benda bergerak dimana benda/barang tersebut tetap berada pada debitur.
Contoh : BPKB.
3. Gadai adalah suatu hak yang diperoleh oleh kreditur(Bank) atas suatu barang bergerak yang diserahkan kepadanya.
Contoh : Perhiasan Emas.

PERLENGKAPAN PERMOHONAN KREDIT PT. BPR. PARASARI

A. Jaminan Sepeda Motor / Mobil Atas Nama Sendiri :
1. Fotocopy KTP Pemohoan 2 lembar (suami/istri/penanggung).
2. Fotocopy STNK terbaru 2 lembar.
3. BPKB Asli.
4. Kwitansi kosongan rangkap 3 dengan tanda tangan pemilik diatas meterai yang cukup.
5. Memperlihatkan kendaraan yang dipakai jaminan kepada petugas Bank.

B. Jaminan Sepeda Motor/Mobil atas nama orang lain :
1. Semua ketentuan A dari No. urut 1 s/d 5 serta ditambah
2. Fotocopy KTP Pemilik Jaminan atas nama BPKB 2 lembar.
3. Surat Kuasa dari Pemilik Jaminan bermeterai cukup.

C. Jaminan Sepeda Motor/Mobil atas nama orang lain milik sendiri :
1. Semua ketentuan A dari No. urut 1 s/d 5 serta ditambah
2. Fotocopy KTP Pemilik Jaminan atas nama BPKB 2 lembar.
3. Kwitansi Jual Beli ber Meterai cukup.

D. Jaminan Sertifikat atas Nama Sendiri :
1. Fotocopy Kartu KK dan KTP Pemohon 2 lembar (suami/istri/penanggung).
2. Sertifikat Asli dan bukti pembayaran pajak terakhir.
3. Bersedia datang ke Kantor Notaris, suami/istri untuk menandatangani SKMHT (Surat Kuasa Membebankan hak Tanggungan). atau
a. Surat Kuasa dan Persetujuan dari suami/istri diatas bermeterai cukup yang diketahui pejabat setempat (Camat).
b. Surat Kuasa untuk menjual/memindahkan hak dari Debitur(peminjam) kepada Kreditur (Bank) diatas meterai yang cukup.
4. Bersedia diadakan pemeriksaan usaha, jaminan calon debitur oleh petugas Bank.

E. Jaminan Sertifikat atas Nama Orang Lain :
1. Fotocopy Kartu KK dan KTP Pemohon 2 lembar (suami/istri/penanggung).
2. Sertifikat Asli dan bukti pembayaran pajak terakhir.
3. Fotocopy Kartu KK dan KTP pemilik jaminan 2 lembar (suami/istri) masih berlaku.
4. Pemilik Jaminan bersedia datang ke Kantor Notaris, suami/istri untuk menandatangani SKMHT. Atau
a. Surat Kuasa dan Persetujuan dari suami/istri diatas meterai yang cukup dan diketahui oleh pejabat setempat (Camat).
b. Surat Kuasa untuk menjual/memindahkan hak dari Debitur(peminjam) kepada Kreditur (Bank) diatas meterai yang cukup dan diketahui oleh pejabat berwenang (Camat).
5. Bersedia diadakan pemeriksaan usaha, jaminan calon debitur oleh petugas Bank.

Pemilik Sertifikat Tanah Meninggal :
1. Surat Keterangan Meninggal dari Pejabat setempat (Camat)
2. Silsilah keturunan dari pemilik jaminan dari pejabat setempat (Camat).
3. Surat Keterangan ahli waris dari pejabat setempat (Camat).
4. Fotocopy Kartu KK dan KTP ahli waris 2 lembar yang masih berlaku suami/istri.

F. Bilyet Deposito dan Buku Tabungan.
1. Fotocopy KTP pemohon 2 lembar (suami/istri/penanggung).
2. Bilyet Asli.
3. Saldo tabungan di blokir oleh petugas Bank.