Sejarah BPR Parasari

Sejarah Singkat Berdirinya BPR. PARASARI.

  1. BPR Parasari Lukluk pada awal berdirinya merupakan semacam koperasi simpan pinjam dengan anggota sebanyak 25 orang. Organisasi ini berdiri pada bulan Juni 1969, dengan tujuan membantu anggota yang memerlukan dana dalam jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhan, baik untuk modal usaha, membangun maupun tujuan lainnya. Dari simpanan wajib anggota sebanyak Rp. 50,– per bulan berhasil dikumpulkan dana yang kemudian dipinjamkan kembali kepada anggota yang membutuhkannya. Sejalan dengan perkem-bangan perekonomian kebutuhan akan pinjaman semakin banyak.

Untuk mengembangkan usahanya kemudian timbul ide untuk mendirikan sebuah Bank Pasar yang dicetus oleh Bapak I Wayan Sukanta dan I Wayan Gabiuh, dengan mendapat dukungan dari anggota lainnya. Ide ini sebenarnya timbul karena rangsangan daripada Bank Pasar Santika Sari yang lebih dulu telah berdiri di Desa Lukluk. Maksud pendirian bank ini bukan untuk menyaingi Bank Pasar Santika Sari melainkan ingin membangun usaha bersama dipedesaan dengan tujuan menghindari masyarakat dari jeratan rentenir.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut dicarilah informasi yang berkenaan dengan dasar dan syarat-syarat untuk mendirikan sebuah Bank Pasar. Dari petunjuk dan informasi yang diperoleh kemudian berhasil disusun akte sesuai dengan persyaratan yang diperlukan. Akte ini pada tanggal 5 Pebruari 1970 disodorkan kepada notaris Amir Syariffuddin, Sarjana Hukum. Setelah mendapat petunjuk dan penjelasan yang diperlukan untuk penyempurnaan naskah akte ini, maka notaris berkenan menandatangani pendirian Bank Pasar tersebut. Adapun nama yang disepakati adalah MAI. Bank Pasar Parasari dengan akte pendirian No. 1207/1970 tanggal 5 Pebruari 1970, berkedudukan di Desa Lukluk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Daerah Tingkat II Badung. Kemudian tercantum pula nama pendiri sebanyak 6 (enam) orang yaitu  :   I Wayan Sukanta,  I Wayan Gabiuh,       I Wayan Enteg,   I Ketut Pedek,   I Wayan Patrem   dan  I Wayan Reta.

Dengan kerja keras yang ditunjukkan oleh pimpinan dan seluruh karyawan maka MAI. Bank Pasar Parasari mengalami kemajuan yang sangat menggembirakan. Kemajuan yang dicapai oleh MAI. Bank Pasar Parasari ini tak lepas dari pembinaan yang dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia Cabang Denpasar dan Bank Indonesia. Dengan kemajuan yang ditunjukkan maka MAI. Bank Pasar Parasari makin mendapat perhatian dari Bank Indonesia. Pada tanggal 28 Nopember 1974  MAI. Bank  Pasar  Parasari  mendapat izin  Menteri Keuangan R I  dengan Nomor :  S.Ket.497/DJM/ III.3/11/1974.

Dengan izin ini berarti MAI. Bank Pasar Parasari Lukluk  diperkenankan untuk melanjutkan usahanya sebagai salah satu lembaga keuangan dengan status Bank Pasar yang dapat secara resmi menerima simpanan dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito berjangka, kemudian menyalurkan kembali dana masyarakat tersebut ke masyarakat dalam bentuk kredit. Kemudian berdasarkan penilaian perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat oleh Bank Indonesia, MAI. Bank Pasar Parasari diklasifikasikan menjadi golongan A dengan Surat Keputusan tertanggal 2 Juni 1981, No. 68-KUM/1981.

Hal ini berarti peningkatan dari golongan C dengan Surat Keputusan No. B.2667/KUM/1980, melompat dua tingkat dari golongan C menjadi golongan A. Peningkatan status ini merupakan prestasi yang luar biasa.

Sesuai  pasal 15 ayat (3) Undang-Undang No. 1 tahun 1995 dan Akte Notaris I Made Puryatma, Sarjana Hukum yang berkedudukan di Denpasar, tanggal 6 Nopember 1997 merupakan perubahan bentuk badan hukum Maskapai Andil Indonesia Bank Pasar Parasari menjadi Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat Parasari dengan nomor izin usaha masih tetap berlaku ( No. S-Ket-497/DJM/III.3/11/1974, tanggal 28 Oktober 1997 ) yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman No. C2/4229.H.T.01.04/1997 dan persetujuan Bank Indonesia No. 2/1/KEP.PBI/DPR/2000 tanggal 8 Pebruari 2000.